Hari
ini tidak sedikit orang yang mulai
terjangkit individualisme yang berakar tunggang pada
sikap
cuek, anti kepedulian dan mengedepankan ego.. Dari lubuk hatinya,lahirlah
ungkapan EGP
alias Emang Gue Pikirin, Sebuah idiom yang mengekspresikan sikap
acuh terhadap apapun
yang dilakukan
orang terhadap dirinya.. Tetap lenggang kangkung, takperduli peringatan dan
celaan, meski
yang dilakukan telah
melenceng dari rel
kebenaran..
Karena
perlu dipahami secara
proporsional antara celaan
yang layak diacuhka
dan celaan
yang seharusnya
dijadikan alarm suatu
kesalahan.
Celaan yang
tidak perlu banyak
ditanggapi adalah celaan
berupa ungkapan-ungkapan
berupa nada
merendahkan.Wajah yang tidak cantik,
cacat tubuh, ekonomi yang
dibawah standar
atau kesalahan
yang telah kita
lakukan (kemaksiatan).
Jika karena
itu kita dihina, maka
sabar adalah obatnya, tidak usah
merana jika dihina
karena nasib
berputar seperti roda. Yang
hina kini, tak ada
jaminan tetap mulia
sampai nanti.
Dan tidak
ada gunanya pula
membalas celaan dengan
celan. Sebab,balasan itu hanya
akan
menyuburkan kebencian
dan menguatkan akar
permusuhan.
Dalam sebuah syair dikatakan :
Jika
orang bodoh mencelamu, maka jangan
kau jawab
Karena sebaik-baiknya jawaban
adalah diam.
Jika celaan
itu berupa maksiat, maka
celaan itu adalah
bagian dari indzar (peringatan),
Mendengar celaan
semacam itu, kita harus
sadar diri bahwa
kita salah dan
kemaksiatan
memang pantas
dicela. Pahit memang, apalagi
disampaikan dengan cara
yang tidak santun,
Namun peringatan
itu adalah obat
jika kita minum, manfaatnya akan
kita rasakan saat
timbangan amal
ditegakkan dan saat
semua orang yang
melakukan kemaksiatan
berandai-andai kalau
saja dahulu mereka
mengindahkan peringatan lalu
bertaubat
dan melakukan
kebaikan.
Celaan,
Peringatan, kritik memang tidak
perlu didengar.Akan tetapi
jika kita mampu
mengelola hati
dalam menanggapi, akan ada
banyak kebaikan yang
kita dapatkan.
Bahkan sebenarnya
peringatan dan kritikan
adalah kebutuhan. Pertama
karena kita
adalah manusia
yang tak lepas
dari dosa, lupa dan
salah.
Kedua karena
kita manusia yang
tidak tuli, bisu dan
buta terhadap peringatan
yang ada,Semoga Allah menjadikan
kita hamba yang
bijaksana. Amin
Wallahua'lam bishawab ,
(Saman).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar